Persaingan proyektor pintar kelas menengah lagi panas-panasnya, dan Wanbo X5 Pro jadi salah satu nama yang sering muncul di feed belanja online. Di atas kertas, spesifikasinya menggiurkan: OS Google TV resmi, Netflix bersertifikasi Full HD, sampai klaim kecerahan 1100 ANSI Lumens yang bikin siapa pun tergoda buat langsung checkout.
Tapi seperti biasa, angka di brosur dan kenyataan di lapangan itu dua hal yang beda. Supaya Anda tidak kecewa setelah barang sampai, saya kumpulkan dan rangkum hasil pengujian teknis dari YouTuber, keluhan-keluhan di forum Reddit, sampai review pembeli asli di Shopee dan Tokopedia.
Klaim 1100 ANSI Lumens, Faktanya Cuma Segini
Ini yang paling sering jadi bahan promosi: angka 1100 ANSI Lumens yang tercetak besar di kemasan. Tapi begitu diuji pakai alat ukur cahaya oleh Jayce Ooi, hasilnya jauh dari klaim tersebut—kecerahan asli out-of-the-box cuma di kisaran 530 ANSI Lumens. Angkanya bisa turun sedikit lagi kalau Anda mengkalibrasi ulang warnanya demi kontras yang lebih baik.
Wajar kalau ini bikin kesal, karena angka aslinya cuma separuh dari yang dijanjikan. Tapi sebelum langsung skip produk ini, ada baiknya lihat dari sisi lain: untuk proyektor jenis 1-LCD, 530 ANSI Lumens itu sebenarnya sudah tergolong terang. Nonton siang hari pun masih nyaman asal gorden ditutup atau lampu dimatikan. Kalau dipakai di ruangan gelap total, kontrasnya (950:1) dan ketajaman warnanya justru cukup memanjakan mata.
Jadi bukan berarti produknya buruk, cuma marketingnya saja yang terlalu percaya diri.
Fitur Sensor Otomatis yang Malah Bikin Pusing
Wanbo membekali X5 Pro dengan sistem Smart ASA 3.0—gabungan Auto-Keystone, Obstacle Avoidance, dan Screen Alignment yang katanya bisa meluruskan gambar otomatis tanpa perlu diatur manual. Sayangnya, ini salah satu bagian yang paling banyak dikeluhkan.
Di Reddit, cukup banyak pengguna cerita sensor penyesuaian layarnya sering meleset, tidak bisa membaca sudut dinding dengan benar. Keluhan senada juga muncul dari pembeli di Tokopedia, khususnya soal auto-focus yang tidak konsisten sehingga gambar kadang berakhir blur padahal posisinya tidak diubah.
Ada satu bug yang cukup mengganggu di antarmuka menunya: saat Anda menekan opsi koreksi gambar, ikon Netflix yang kebetulan bertumpuk di area yang sama malah ikut terpicu dan aplikasinya terbuka sendiri. Remote bawaannya pun kadang perlu ditekan dua-tiga kali sebelum responsif.
Solusinya sebenarnya sederhana: matikan saja fitur otomatisnya dan atur fokus serta posisi layar secara manual. Memang jadi kurang praktis, tapi hasilnya jauh lebih stabil dibanding mengandalkan sensor bawaan.
Bagi Pencinta Audio Home Theater, Ini Kekurangannya
Untuk urusan suara, speaker bawaan 2x5W HiFi Stereo-nya sebenarnya sudah cukup lantang dan jernih buat kamar berukuran standar. Kipas pendinginnya juga senyap, jadi tidak mengganggu momen nonton film.
Tapi kalau rencana Anda membangun home theater yang lebih serius, ada kekurangan yang cukup fatal: proyektor ini tidak dilengkapi port HDMI eARC ataupun Audio Optik (Toslink). Ini keluhan yang sering muncul di ulasan Shopee, terutama dari pembeli yang berharap bisa menyambungkan ke soundbar atau AV receiver untuk audio Dolby Atmos atau surround 5.1.
Tanpa port tersebut, opsi Anda terbatas pada koneksi Bluetooth atau kabel Aux 3.5mm biasa—cukup untuk nonton santai, tapi jelas bukan untuk yang mengejar kualitas audio sinematik.
Yang Bikin Wanbo X5 Pro Tetap Layak Dipertimbangkan
Di balik semua kekurangannya, ada satu hal yang jarang ditemukan di proyektor sekelas ini: sertifikasi resmi Google TV dan Netflix DRM L1.
Kedengarannya sepele, tapi ini penting. Banyak proyektor murah di pasaran menjalankan Netflix versi modifikasi Android HP, yang navigasinya menyebalkan karena harus pakai kursor mouse. Di Wanbo X5 Pro, Netflix jalan selayaknya di Smart TV—full dikontrol lewat remote, dengan visual Full HD 1080p yang bersih. Dan kalau Anda mau repot sedikit mengatur fokus dan keystone secara manual, kualitas lensa optiknya memang tajam sampai ke sudut-sudut gambar, tidak blur di pinggiran seperti kebanyakan proyektor murah lain.
Jadi, Layak Dibeli atau Tidak?
Wanbo X5 Pro bukan proyektor sempurna, itu jelas. Anda harus siap mematikan fitur otomatisnya dan mengatur gambar secara manual kalau mau hasil maksimal, dan Anda perlu memaklumi absennya dukungan audio eARC.
Tapi kalau ekspektasi Anda sudah pas dari awal—cari proyektor kamar tidur yang tajam di ruangan gelap, kipas tidak berisik, dan Google TV/Netflix-nya resmi tanpa perlu ribet instal ulang—produk ini termasuk salah satu opsi terbaik di kelas harganya saat ini.
Kalau Anda tertarik menjadikan dinding kamar sebagai layar bioskop pribadi, cek harga dan garansi resmi Wanbo X5 Pro di link berikut:
